X ATU2- BETERNAK AYAM PETELUR
Ayam Petelur
Ayam petelur adalah jenis ayam betina (terutama dari ras unggulan/strain khusus) yang dipelihara secara intensif dengan tujuan utama untuk menghasilkan telur konsumsi dalam jumlah banyak dan efisien. Ayam ini merupakan hasil rekayasa genetik (persilangan dan seleksi) untuk mencapai produktivitas telur yang tinggi dan menghilangkan atau meminimalisir sifat mengeram.
1. Karakteristik Utama
Fokus Produksi: Sangat efisien dalam mengubah pakan menjadi telur.
Bentuk Tubuh: Umumnya memiliki ukuran tubuh relatif lebih kecil dan ramping, tidak terlihat gemuk.
Sifat: Cepat dewasa kelamin, lincah, mudah terkejut (nervous), sensitif terhadap stres (cuaca panas, kebisingan), dan tidak memiliki sifat mengeram.
Produktivitas: Mampu menghasilkan telur dalam jumlah tinggi, seringkali mencapai 250-300 butir per ekor per tahun atau lebih, dengan masa produktif yang relatif lama (sekitar 1,5 hingga 2 tahun produksi maksimal).
2. Tipe Ayam Petelur Ayam ras petelur umumnya dibagi menjadi dua tipe berdasarkan ukuran tubuh dan warna telur:
Tipe Ringan (Petelur Putih): Ciri-ciri: Badan ramping/kecil, bulu berwarna putih, menghasilkan telur berwarna putih. Contoh: White Leghorn. Ayam tipe ini sangat produktif tetapi lebih sensitif terhadap lingkungan.
Tipe Sedang/Medium (Petelur Cokelat): Ciri-ciri: Tubuh tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk (disebut juga tipe dwiguna karena menghasilkan telur dan daging), bulu umumnya berwarna cokelat, menghasilkan telur berwarna cokelat. Contoh: Isa Brown, Lohmann Brown. Ayam tipe ini biasanya lebih tahan banting terhadap perubahan lingkungan.
3. Manfaat dan Potensi Usaha
Sumber Pangan: Telur ayam merupakan sumber protein hewani yang sangat penting, bergizi tinggi, terjangkau, dan mudah diolah, sehingga permintaannya di pasar selalu tinggi.
Potensi Ekonomi: Usaha peternakan ayam petelur mampu menjadi sumber pendapatan stabil karena produksi telur yang kontinu. Modal awal relatif lebih rendah dibanding ternak besar lainnya.
Produk Sampingan: Selain telur sebagai produk utama, ayam afkir (setelah masa produksi maksimal berakhir) dan kotorannya (sebagai pupuk kandang) juga memiliki nilai jual.
4. Tata Laksana Pemeliharaan Keberhasilan budidaya ayam petelur sangat bergantung pada manajemen pemeliharaan yang baik, meliputi:
Bibit: Memilih bibit (DOC/Day Old Chick) dari indukan unggul yang sehat dan berpotensi produksi tinggi.
Pakan: Pemberian pakan yang tepat sesuai fase pertumbuhan dan produksi (starter, grower, layer/produksi) untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein agar produksi telur optimal.
Kandang: Penyediaan kandang yang nyaman, bersih, sirkulasi udara baik (terutama tipe open house atau close house), dan dilengkapi dengan tempat pakan serta minum yang memadai.
Kesehatan dan Biosecurity: Vaksinasi teratur, pengontrolan penyakit, dan penerapan biosecurity (tindakan pencegahan penularan penyakit) yang ketat.
Komentar
Posting Komentar